
Masalah kebocoran pada dak beton, balkon, atau basement seringkali menjadi mimpi buruk bagi pemilik bangunan. Salah satu solusi paling tangguh dan teruji untuk mengatasinya adalah menggunakan sistem waterproofing membran bakar (torch-on membrane).
Namun, sebagus apapun kualitas material membran yang digunakan, jika teknik pemasangannya tidak tepat, potensi kebocoran tetap sangat tinggi.
Tahap 1: Persiapan Permukaan Beton (Fondasi Utama)
Keberhasilan waterproofing sangat ditentukan oleh kondisi media dasarnya. Berikut adalah langkah persiapan yang wajib dilakukan:
1. Cleaning Permukaan Beton:

Pastikan permukaan dak beton benar-benar bersih dari debu, sisa adukan semen, minyak, cat, atau kotoran lainnya. Permukaan yang kotor akan mengurangi daya rekat primer dan membran secara drastis. Gunakan Water jet agar permukaan beton bisa bersih maksimal.
2. Perbaikan Beton Keropos:

Jika ditemukan area beton yang keropos, rapikan terlebih dahulu lalu perbaiki menggunakan bahan grouting atau patching mortar khusus agar permukaannya padat dan rata.
3. Perbaikan Retakan dengan Suntik Epoxy:
Retak rambut atau retak struktural pada beton harus ditangani secara serius. Lakukan suntik epoxy (epoxy injection) untuk menutup retakan hingga ke bagian dalam agar air tidak merembes melalui celah tersebut.
4. Chamfer Sudutan Antara Dinding dan Lantai Dak:
Buat sudut tumpul (biasanya berbentuk segitiga siku-siku 45 derajat) menggunakan adukan mortar pada pertemuan sudut antara lantai dak dan dinding. Sudut tajam 90 derajat berisiko membuat membran melipat terlalu kaku dan mudah robek.
5. Area Floor Drain Dibuat Lebih Cekung:
Buat kemiringan yang baik menuju floor drain, dan buat area sekitar floor drain sedikit lebih cekung. Tujuannya agar air bisa mengalir sempurna tanpa ada genangan air yang mengendap terlalu lama.
Tahap 2: Proses Aplikasi Membran Bakar
Setelah permukaan siap, tibalah pada inti pemasangan membran bakar. Perhatikan detail teknis berikut:
6. Aplikasikan Primer dengan Benar:
Sapukan atau roll cairan bitumen primer secara merata ke seluruh permukaan beton. Primer berfungsi sebagai jembatan rekat antara pori-pori beton dan lapisan membran bakar.
7. Lapis Membran pada Lubang Floor Drain Terlebih Dahulu:
Sebelum memasang lembaran besar, pasang potongan kecil membran di area sekitar dan dalam lubang floor drain (detailing) sebagai lapisan pengaman ekstra di titik-titik rawan.
8. Pasang Membran Bakar dari Area yang Lebih Rendah:
Mulailah menggelar dan membakar membran dari titik terendah dak beton (mengikuti arah aliran air). Hal ini penting agar sambungan antar lembaran membran tidak melawan arah aliran air.
9. Bakar Membran dengan Benar (Tidak Terlalu Panas Ataupun Kurang Panas):
Gunakan gas torch dengan nyala api yang stabil. Pemanasan harus pas: jika kurang panas, lembaran tidak akan menempel kuat; jika terlalu panas, lapisan polimer penguat di dalam membran bisa rusak atau bolong.
10. Roll Sambungan Membran Menggunakan Roll Besi:
Saat membran dibakar dan direkatkan, segera roll permukaan sambungannya menggunakan roll besi khusus, tidak cukup hanya ditekan dengan tangan. Langkah ini memastikan udara di bawah membran keluar sepenuhnya dan menempel sempurna tanpa gelembung.
11. Pada Bagian Sambungan Overlap yang Ada Granule, Harus Dibersihkan Dulu Granulenya:
Jika Anda menggunakan jenis membran berselimut pasir/batu (granule), bagian overlap (tumpang tindih) sambungan harus dikikis atau dibersihkan dulu butirannya. Jika tidak dibersihkan, lapisan bitumen atas dan bawah tidak akan menyatu dengan sempurna.
12. Pinggiran Dipotong Lurus Agar Rapih:
Potong sisa pinggiran sambungan secara lurus dan rapi menggunakan pisau cutter khusus agar tampilan akhir pekerjaan terlihat profesional dan estetik.
Tahap 3: Finishing & Kontrol Kualitas
Langkah terakhir ini memastikan hasil kerja Anda benar-benar sempurna sebelum area tersebut ditutup atau diserahterimakan.
13. Bagian Ujung Membran pada Dinding Dilapis dengan Waterproofing Coating:
Pada batas akhir pemasangan di dinding vertikal (biasanya dimasukkan ke dalam alang-alang / paving groove), pilihan lainnya berikan tambahan sealant atau waterproofing coating khusus di bagian ujung atasnya. Ini mencegah air hujan merembes masuk ke balik membran melalui celah terkecil.
14. Periksa Kembali Bagian Sambungan dan Area Sudutan Sebelum di Tes Rendam: Lakukan pengecekan visual dan fisik secara menyeluruh. Pastikan tidak ada sisi sambungan yang mengelupas, terutama di area sudut dan overlapping.
15. Lakukan Tes Rendam: Tahap akhir yang wajib dilakukan adalah tes rendam (ponding test). Genangi area waterproofing dengan air setinggi beberapa sentimeter selama minimal 1×24 jam. Amati apakah ada rembesan air di lantai bawah atau plafon. Jika aman, berarti pemasangan membran bakar berhasil!
Dengan mengikuti 15 langkah dan tips di atas secara disiplin, pekerjaan waterproofing membran bakar Anda akan menghasilkan proteksi maksimal yang anti bocor dan tahan bertahun-tahun lamanya.
Apabila anda membutuhkan jasa Waterproofing Coating dan Waterproofing Membran bakar dengan metode terbaik, hubungi PT Romora Arta Pratama di 082166557486 atau kunjungi website kami www.romoracleaning.com.

